Torres Berjodoh Dengan Benitez
![]() |
| Fernando Torres |
Sejak bergabung ke Stamford Bridge Januari 2011, Fernando Torres seperti kehilangan ketajamannya. Naluri mencetak gol pada diri El Nino seperti hilang tak berbekas. Ia tak ubahnya sebagai striker mandul. Bahkan ia kemudian lebih banyak duduk sebagai cadangan.
Ia hanya mencetak 22 gol dalam 68 penampilannya bersama Chelsea. Sangat jauh berbeda dengan torehannya saat ia masih menjadi bomber The Reds Liverpool. Dengan total 116 penampilannya bersama Liverpool, ia mencetak 77 gol.
Tapi sejak kedatangan Benitez menangani The Blues, performa Torres perlahan mulai menunjukkan geregetnya kembali. Ia menunjukkan penampilan menawan dalam laga terakhir Liga Primer Inggris saat mengalahkan Sunderland dengan menceploskan dua gol. Terakhir ia menunukkan ketajamannya saat Chelsea melumat Monterrey dalam semifinal piala dunia antar klub, Kamis 13 Desember.
Kedatangan Benitez ke Stamford Bridge mungkin memang menimbulkan sedikit kegaduhan terutama para pendukung The Blues yang tak menyukai sosok Benitez. Tapi hal berbeda - dan dalam hal ini tren positif pada diri Torres - menjadi fenomena berbeda kedatangan Benitez.
Tak pelak lagi, Benitez-lah yang membawa El Nino dari Vicente Calderon, kandang Atletico Madrid ke Liverpool. Di Anfield, penampilan Torres semakin mengkilap di tangan Benitez. Ketika Torres meninggalkan Anfield ke Stamford Bridge, penampilan Torres tak lagi menjanjikan. Ia tak juga menemukan performa terbaiknya. Meski Chelsea meraih trofi Liga Champion, tapi secara keseluruhan penampilan Torres jauh dari memuaskan seperti sepak terjang sebelumnya di Liverpool.
Meningkatnya grafik penampilan Torres sejak kedatangan Benitez sepertinya juga meningkatkan asa Chelsea pada laga final piala dunia antar klub Minggu, 16 Desember di International Stadium, Yokohama melawan Corinthians. Meski Benitez juga berkilah bahwa naiknya performa Torres adalah dukungan dari rekan setimnya, tapi ada harapan harapan besar Benitez pada diri Torres.
Benitez pernah memimpin Liverpool dalam piala dunia antar klub tahun 2005. Selain untuk menyempurnakan prestasi Chelsea tahun ini sebagai juara Eropa, Benitez tak ingin gagal lagi dalam laga final ini. Tahun 2005 ia gagal membawa Liverpool membawa trofi itu setelah dikalahkan Sao Paulo 1 - 0.
Kini klub yang dihadapinya berbeda, akan tetapi sama-sama dari Brasil. Akankah kali ini sinergi positif Benitez dan Torres berhasil membawa Chelsea menyempurnakan prestasi mereka?
ilustrasi : http://www.football.co.uk

0 komentar:
Posting Komentar