Berita Basi : Hillary vs Trump
Donald Trump baru saja memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, ia mengalahkan, bahkan Hillary Clinton yang sebelumnya justru diprediksi akan memenangkan kursi presiden.
Di masa kampanye, miliarder ini begitu keras pernyataan-pernyataannya, bahkan cenderung kontroversial. Tapi ketika dalam hitung cepat dipastikan ia berhak melenggang ke Gedung Putih, dalam pidato kemenangannya Trump memperlihatkan suatu sikap yang lunak. Ia memuji Hillary dan menghargai jasa dan kerja keras istri mantan presiden Bill Clinton ini untuk Amerika.
Entah apakah ia akan lunak seperti itu jika Hillary yang menang, karena dalam kampanye ia pernah mengatakan bahwa ia tidak tahu apakah ia bisa menerima jika ia kalah dalam pilpres.
Jika di Indonesia, mungkin Hillary-lah yang akan memenangkan pilpres itu dan Trump akan beteriak-teriak tidak akan menerima hasil hitung cepat, tapi menunggu sampai KPU melakukan perhitungan secara riil. Begitu perhitungan riil memperlihatkan tanda-tanda kekalahan, Trump menuduh KPU curang dan menarik diri dari pilpres, tapi mengajukan gugatan ke MK. Dan, ketika di MK mulai terlihat tanda-tanda kalah, Trump akan membuat video curhat yang isinya tentang rasa dicurangi.
Hah, untung itu pilpres Amerika. Jadi Trump-lah yang menang. Orang Amerika, menyukai pemimpin yang kuat, mereka tidak akan mudah dibuat melow hanya karena melihat sosok Hillary yang feminin, keibuan, penuh kasih sayang atau apa pun.
Tapi Amerika memang sudah terbiasa dengan demokrasi, setiap empat tahun mereka diberi dua pilihan dari dua partai besar (dan beberapa calon penggembira), yang otomatis dalam setiap empat tahun mereka akan berbeda pendapat dengan teman atau bahkan keluarga tentang pemimpin yang mereka inginkan. Tapi mereka tetap cool.
Lagipula setiap empat tahun selalu muncul nama baru yang bersaing memperebutkan kursi presiden. Kita? setiap lima tahun kalau nggak yang itu, ya yang itu lagi.
Tapi enggak, ding. 2014 kemarin kita diberi pilihan berbeda, dan syukurlah, kita bisa kompak pilih yang berbeda, yang membuat Indonesia sekarang terasa berbeda.
Berbeda itu asyik jika kita sudah tahu cara menikmatinya, maka dari itu mari kita mencoba belajar menikmati perbedaan, agar bisa merasakan asyik seperti orang Amerika. Asyik dalam kemajuan, tidak sumpek dan tegang dalam perselisihan.

0 komentar:
Posting Komentar