Asal Cuap : Jangan Menonton Tivi yang Banyak Semutnya



Beberapa waktu lalu saya ditawari untuk memasang antene parabola oleh salah seorang kerabat saya yang bekerja sebagai seorang pemasang antene parabola freelance. Ia mengatakan bahwa sekarang ini memasang antene parabola tidaklah mahal. Saya sebenarnya sangat ingin karena dengan antene UHF biasa, gambar yang diterima pesawat televisi dipenuhi semut alias tidak jernih. Cuma kemudian saya merasa percuma, buat apa gambar jernih, kalau acara tivinya “tidak jernih”, amburadul dan tidak karuan.
Sekarang ini saya memang jarang sekali menonton tivi karena acara yang cenderung sama dari satu stasiun tivi ke stasiun tivi lainnya. Jika sebuah acara sukses di satu stasiun tivi, maka stasiun tivi lain akan membuat acara serupa, meskipun acara itu sebenarnya konyol. Demi rating dan iklan, stasiun tivi rela untuk menjadi konyol.
Tidak ada acara tivi sekarang ini yang benar-benar menghibur, atau acara yang mendidik jika dilihat anak-anak. Semuanya hanya berpatokan pada rating untuk perolehan uang dari iklan. Tak ada lagi yang peduli apakah acaranya mendidik atau tidak, mereka hanya peduli pada rating.
Saya terkadang berangan-angan seandainya bisa untuk mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk tidak menyetel dan melihat tivi selama satu minggu, syukur-syukur kalau bisa satu bulan, biar stasiun-stasiun tivi itu tahu rasa bahwa kita sebagai pemirsa juga punya peran dalam bisnis mereka dan seharusnya mendapat suguhan yang berimbang.
Seharusnya mereka tidak dengan seenaknya menayangkan sesuatu yang membuat anak-anak kita, istri kita, suami kita, ayah kita, ibu kita, saudara kita, dan tetangga kita menjadi latah mengikuti gaya bicara atau tingkah laku konyol tokoh sinetron yang tertayang di tivi, atau selebriti yang pamer segala sesuatu di acara infotainment. Sedari pagi sampai kita pergi tidur lagi, acara tivi berkutat pada acara yang nyaris sama, menjual hedonisme yang pengaruhnya menjadi seperti bahaya laten.

Ya, sekali waktu kita perlu “menghajar” mereka. Karena mereka tak akan berhenti menurutkan nafsu mereka mengejar rating meskipun - “katanya” - ada lembaga yang mengawasi dan mengontrol apa-apa yang seharusnya mereka tayangkan. Toh nyatanya mereka melenggang saja dan terus begitu sampai sekarang.
Jadi kalau banyak semut di layar tivi tak terlalu saya risaukan, dengan diputar sedikit antena UHF, gambar terkadang lebih baik. Atau memasang antene parabola. Tapi kalau “semutnya” berasal dari stasiun tivi, bukan hanya membuat mata terganggu tapi juga merusak generasi bangsa. Cara membersihkannya adalah kita bersama-sama tidak menonton acara tivi yang banyak “semutnya”.

0 komentar:

Posting Komentar