Asal Cuap : Kemudahan
Jaman semakin maju mengiringi teknologi yang melaju. Orang berpikiran semakin maju dan hal itu sekarang ditunjang dengan teknologi yang memudahkan, bahkan cenderung memanjakan manusia dalam melakukan segala sesuatu.
Kabar baiknya
adalah, segala hal menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan waktu yang
dibutuhkan menjadi semakin singkat. Tapi kemudahan rupanya juga memberi kabar
buruk pada kehidupan manusia. Kemudahan yang dibawa jaman membuat manusia
cenderung malas jika harus mengerjakan sesuatu sesuai proses, apalagi dengan
cara seperti sebelum teknologi menghadirkan kemudahan dan memanjakan.
Kemudahan
membuat manusia ingin segala sesuatunya mudah. Kemudahan membuat orang secara
tak sadar menjadi penuntut. Sebagian orang bahkan menginginkan kemudahan dalam
mendapatkan pekerjaan tanpa mau repot, dan kemudahan dalam mencari uang tanpa
kerja keras. Yang terakhir adalah hal yang semakin banyak terjadi. Memang, hal
terakhir tak melulu akibat dari kemajuan teknologi. Di jaman baheula pun
banyak orang yang ingin mudah mencari uang tanpa harus bekerja keras.
Muncullah bisnis
yang menjanjikan kemudahan dalam mencari uang, seperti bisnis Multilevel
Marketing yang di awal tahun 90 an begitu marak. Biarkan uang bekerja untuk
kita, itu adalah prinsip yang dianut bisnis MLM. Meskipun faktanya, lebih
banyak yang gagal dibandingkan yang berhasil, sehingga bisnis itu sekarang
mulai sepi dari gaungnya.
Ketika MLM mulai
kehilangan panggung, belakangan yang marak adalah bisnis klenik penggandaan
uang. Ribuan bahkan (mungkin) jutaan orang (sudah) tertipu oleh beberapa orang
yang berhasil merayu mereka untuk menggandakan uangnya.
Memang, orang
tertipu bisnis penggandaan uang karena kelihaian penipunya dalam merayu dan
memamerkan trik tipuannya. Demikian juga yang terlanjur menghabiskan sekian
banyak uangnya di bisnis MLM tanpa hasil. Semua karena kelincahan orang yang
terlibat bisnis dalam merayunya.
Tapi kemudahan
yang di ketiak jaman telah mempengaruhi lebih banyak orang untuk berpikir
mudah. Lebih memikirkan hasil akhir ketimbang proses membuat di jaman maju yang
serba mudah ini justru lebih banyak orang mudah diperdaya dibandingkan jaman
dulu.
Miris bukan,
melihat satu atau dua orang dengan berbagai modus dan kedok secara lihai memperdaya
begitu banyak orang? Bahkan banyak orang yang baru sadar setelah hartanya
dikuras habis.
Itu belum lagi
jika melihat siapa-siapa saja yang tertipu. Orang-orang besar, para cerdik
pandai, pejabat, pengusaha. Penipu jelas lihai dan mereka juga dengan segala
cara berusaha memperdaya. Tapi jika kita bisa menempatkan proporsi kemudahan
pada hal-hal yang wajar, kemungkinan untuk menjadi korban seperti itu rasanya
kecil sekali.
Jaman, sekali
lagi melaju semakin jauh dan waktu menuakannya. Teknologi seharusnya melulu
untuk mempermudah dan menyederhanakan kerja tanpa mengurangi kecerdasan dan
kebijaksanaan dalam berpikir.

0 komentar:
Posting Komentar